Bagaimana Cara Analisis Kompetitor? Yuk Coba Strategi Porter Five Forces!

Saat akan membangun bisnis atau sekedar ikut kompetisi bisnis, salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah: Siapa kompetitor Anda? Untuk direct competitor hal ini cukup mudah dilakukan, seperti Apple vs Samsung atau Playstation vs Nintendo. Tetapi ini udah cukup belum ya untuk tau kondisi pasar secara keseluruhan?

Untuk menyelesaikan masalah ini, Porter mengusulkan sebuah solusi yang disebut Porter’s Five Forces pada tahun 1979 untuk menilai dan mengevaluasi kekuatan kompetitif dan posisi organisasi bisnis pada pasar. Ini teorinya:

Porter’s Five Forces to analyze business’ competition

Teori Porter didasarkan pada konsep bahwa ada lima aspek yang mendorong persaingan dan daya tarik pada suatu pasar. Kelima kekuatan ini adalah:

  1. Ancaman pendatang baru: Yang pertama perlu dinilai adalah seberapa sulit untuk memasuki pasar tertentu. Contohnya pasar smartphone dengan warung, sangat mudah untuk melihat bahwa pasar smartphone memiliki barrier yang lebih besar untuk dimasuki karena memerlukan modal lebih besar untuk memulai bisnis di pasar ini. Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah paten, kebijakan pemerintah dan skala ekonomi. Semakin besar barrier semakin baik, karena artinya akan sulit munculnya kompetitor baru di masa depan.
  2. Produk atau layanan pengganti (substitusi): Sering kali, direct competitor bukanlah kompetisi terbesar di pasar. Ambil bisnis OTA (agen perjalanan online) sebagai contoh, kompetisi Traveloka atau Tiket.com tidak hanya dengan agen pariwisata tetapi juga dengan layanan hiburan rumah, seperti Netflix atau Nintendo. Kok bisa? Karena bisnis ini dapat mencuri keinginan pelanggan untuk bepergian dan memutuskan untuk tetap di rumah.
  3. Kekuatan negosiasi pemasok (supplier): Hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah terkait pemasok bisnis. Apakah mudah bagi mereka untuk menaikkan harga? Apakah kita bisa dengan mudah mencari pemasok lain? Hal ini merupakan aspek penting untuk dinilai dalam menentukan apakah bisnis dapat berjalan dalam kondisi stabil dan tidak diganggu oleh pemasok kedepannya.
  4. Kekuatan negosiasi pembeli (buyer): Selain pemasok, aspek penting lain yang perlu dinilai adalah pembeli. Kok gitu? Iya, seberapa mudah bagi pelanggan kita untuk minta penurunan harga? Apakah mudah bagi mereka untuk mencari produk lain yang mirip dengan kita? Dengan populernya e-commerce, pelanggan dapat dengan mudah membandingkan harga dari satu produk ke produk lainnya, yang artinya kemampuan negosiasi harga mereka juga meningkat. Oleh karena itu perubahan ini harus dapat disesuaikan dengan menerapkan proses bisnis yang sesuai.
  5. Persaingan dengan Kompetitor (direct): Aspek terakhir adalah terkait direct competitor, yaitu pesaing yang menawarkan produk atau layanan serupa dengan kita. Contohnya adalah Apple, Samsung, Xiaomi, dan Huawei di pasar smartphone. Semakin banyak direct competitor, artinya daya tarik pasar juga menurun. Tapi, dengan melakukan analisis ini, artinya kita juga dapat menyiapkan strategi agar dapat bersaing dengan kompetitor di pasar.

Nah, itu dia lima aspek yang diusulkan oleh Porter untuk memetakan kompetisi di pasar. Tools ini keren dan mudah digunakan, baik untuk memulai sebuah bisnis atau ikut lomba bisnis. Sebelum bisa tahu strategi apa yang tepat untuk memasuki suatu pasar, kita perlu terlebih dahulu mengetahui siapa pesaing kita agar strategi berjalan dengan baik.

Kalau ada pertanyaan, langsung aja ya ditulis di kolom komentar, terima kasih dan selamat belajar!

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *