Pirate Metrics Funnel Untuk Analisis Pengguna dan Menentukan Strategi Marketing yang Tepat

Apa itu Pirate Metrics Funnel dan bagaimana cara menggunakannya?

Salah satu framework paling populer dalam melakukan analisis terhadap pengguna adalah dengan Pirate Metrics Funnel. Teknik ini sering digunakan oleh Growth Hacker atau Marketer sebagai metode utama untuk menemukan permasalahan pada suatu bisnis atau sistem. Alat ini dikembangkan oleh Dave McClure sebagai singkatan dari Awareness, Acquisition, Activation, Retention, Referral, Revenue (AAARRR… kayak bajak laut, kan?)

Jadi, seperti yang bisa dilihat dari singkatannya, ada 6 langkah dalam implementasi teknik ini:

  1. Awareness: Berapa banyak orang yang dijangkau bisnis kita? Supaya gampang dihitung, langkah ini melihat seberapa banyak orang yang benar-benar tahu, baik hanya berdasarkan nama atau pelanggan setia, tentang bisnis kita.
  2. Acquisition: Selanjutnya, berapa banyak orang yang benar-benar mengunduh aplikasi kita atau mengunjungi toko fisik secara langsung? Langkah ini melihat apakah pengguna data ke titik awal (touch point) bisnis kita, baik itu toko fisik atau aplikasi Android.
  3. Activation: Berikutnya adalah tentang pelanggan yang mengambil langkah penting pertama (important first step) di bisnis kita. Langkah ini bisa berupa transaksi pertama kali di e-commerce atau mencoba free trial di bulang pertama Netflix.
  4. Retention: Kalau kita udah berhasil membuat seseorang melakukan langkah pertama yang penting, berikutnya apa? Ya buat mereka balik lagi dong! Nah langkah ini menghitung berapa banyak yang kembali ke bisnis kita atau jangan-jangan semuanya cuma coba sekali aja terus pergi?
  5. Revenue: Nah, ini langkah pentingnya. Apakah pengguna kita mau untuk mulai bayar produk kita atau langsung pergi pas gratisannya udah habis? Jadi, disini dihitung berapa pengguna yang udah ngeluarin uang untuk pakai produk atau jasa kita
  6. Referral: Langkah terakhir adalah terkait apakah pelanggan kita mau ngasih tau temen atau keluarganya terkait produk kita? Kalau iya, wah bagus dong, marketing gratis! Nah, langkah ini penting untuk kita hitung seberapa banyak pengguna yang mau untuk melakukan referral.

Teknik ini memilah bisnis kita menjadi enam bagian sehingga dapat kita lihat dimana titik permasalahannya. Apakah di awareness, atau retention? Beberapa bisnis ada yang memiliki jumlah awareness rendah yang menjadi alasan kenapa pemasukannya juga rendah. Ada juga perusahaan yang punya awareness tinggi, tapi retentionnya rendah, artinya pelanggan hanya tertarik untuk coba satu kali, tapi tidak mau kembali lagi. Dengan metode ini, kita jadi tahu strategi apa yang cocok untuk dilakukan sesuai dengan akar permasalahan di pelanggan kita.

Sedikit tambahan, setiap orang bisa menafsirkan teknik ini dengan cara yang beda-beda, dan itu oke. Kita bisa tukar retention dengan revenue atau bahkan mengabaikan awareness. Teknik ini bisa disesuaikan dengan model bisnis kita. Supaya gampang, langsung aja ke contoh yuk!

Contoh penggunaan Pirate Metrics Funnel pada e-commerce (Tokopedia atau Shopee)

This image has an empty alt attribute; its file name is pirate-metric.jpg
Pirate Metrics Funnel untuk E-commerce seperti Tokopedia atau Shopee


Kita ambil e-commerce sebagai contoh ya, soalnya ini salah satu bisnis online yang paling populer saat ini. Untuk e-commerce, awareness adalah semua orang yang tahu tentang situs kita, tapi umumnya tidak terlalu diperhatikan karena sulit untuk diukur. Umumnya, di e-commerce dimulai dari acquisition, yang menghitung semua pengguna yang datang ke website kita (baik dari Google, Facebook, Instagram, atau poster offline). Semua orang yang datang ini harus terus di-track, atau kalau mau lebih spesifik, bisa juga yang diukur jumlah orang yang udah buat akun (sign up).

Selanjutnya ada activation. Dalam e-commerce, metode yang umum digunakan adalah jumlah pengguna yang menambahkan produk ke keranjang belanja atau jumlah pengguna yang memulai proses transaksi. Soalnya di langkah ini menggambarkan kalau pengguna kita punya niat untuk mulai beli suatu produk. Dan saat proses pembayaran selesai, jumlah ini yang digunakan untuk metrik revenue. Kedua metrik ini akan memberikan kita informasi tentang kesan pertama pengguna ke website kita, jika mereka datang ke situs kita, tetapi tidak transaksi, artinya ada sesuatu yang salah, baik halamannya yg kacau, atau produknya gak sesuai dengan mereka.

Sedangkan retention, seperti namanya, adalah jumlah pengguna yang melakukan transaksi lagi di aplikasi kita. Metrik ini penting agar kita bisa tahu apakah pengguna kita kembali setelah transaksi pertama atau tidak. Kalau pergi, artinya ada masalah dengan produk / jasa kita sehingga mereka tidak mau pakai lagi. Atau mungkin juga ada masalah di proses pengiriman / pengemasan yang akhirnya membuat mereka tidak ingin lagi menggunakan situs e-commerce kita lagi.

Yang terakhir adalah referral, yaitu saat pengguna kita mengajak keluarga dan temannya untuk ikut beli produk / layanan di website kita. Supaya bisa sampai ke langkah ini, kita harus terlebih dahulu memastikan pengguna kita senang dengan produk dan layanan e-commerce kita. Ketika referral ini terjadi, artinya sekarang pemasaran kita bisa berjalan secara organik dengan metode mulut ke mulut (mouth-to-mouth).

Nah sekarang, yang perlu kita fokus itu untuk metain bagian mana dari pirate metricsnya yang turun. Apakah di revenue? Atau activation? Dari hasil ini, kita bisa menyusun strategi untuk memperbaiki proses bisnis jadi lebih baik lagi untuk pelanggan kita. Yuk dicoba dan selamat belajar! Kalau punya pertanyaan langsung ditulis di komentar aja yaa 😀

Tinggalkan Balasan:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *